Sun Travel - antar-jemput pribadi Da Nang dan Hoi An

Rumah Kuno Tan Ky Hoi An: Rumah Lorong dari Jalan Nguyen Thai Hoc ke Tepi Sungai, Koleksi Artefak, dan Etika Kunjungan

Rumah Kuno Tan KyDiterbitkan: · Diperbarui: 6 menit baca
Wanita anggun mengenakan Ao Dai tradisional di depan gerbang arsitektur klasik Hoi An — Rumah Kuno Tan Ky Hoi An
Rumah Kuno Tan Ky di nomor 101 Jalan Nguyen Thai Hoc adalah rumah lorong memanjang dari jalan kota hingga jalan tepi sungai yang masih dihuni sekaligus dijadikan rumah leluhur marga Le. Berdasarkan berkas riwayat cagar budaya Badan Pengelola Monumen Hoi An serta rujukan wisata terkini, artikel ini mengulas susunan tiga bagian bangunan, halaman langit, benda pusaka, kisah banjir, etika berkunjung saat rumah masih ditinggali, dan cara menuju ke sana dari Da Nang.

Rumah lorong dengan dua muka jalan

Hal utama yang membedakan Tan Ky dari balai leluhur marga biasa terletak pada denahnya. Berkas riwayat monumen Badan Pengelola Monumen Hoi An menggambarkan bangunan ini sebagai rumah lorong yang tersusun dari beberapa bagian berurutan, menembus lurus dari Jalan Nguyen Thai Hoc hingga Jalan Bach Dang di tepi sungai. Pintu sisi jalan dipakai untuk berdagang, sedangkan pintu belakang menghadap aliran air untuk membongkar muatan dari perahu, sehingga rumah berfungsi ganda sebagai toko sekaligus gudang. VinWonders turut mencatat posisinya di antara Jalan Nguyen Thai Hoc dan Sungai Thu Bon yang sangat menunjang niaga pelabuhan.

Nama resmi beraksara Tionghoa-Vietnam dalam berkas adalah Le Tu Duong — rumah leluhur marga Le — sementara Tan Ky merupakan nama usaha dagangnya. Papan merek dagang Tan Ky masih tersimpan di dalam rumah dan dicatat dalam arsip sebagai bukti masa kejayaan niaga keluarga. Hingga kini bangunan tersebut tetap berstatus milik pribadi keluarga, berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus ruang pemujaan leluhur.

Deretan rumah beratap genting dan berdinding kuning di tepi sungai Hoi An saat sore hari dengan perahu kayu bersandar di dermaga

Usia bangunan dan berkas cagar budaya

Laman wisata seperti VinWonders dan MIA menyebutkan rumah ini didirikan pada tahun 1741 dan menjadi tempat tinggal tujuh generasi marga Le; VinWonders menambahkan bahwa pendirinya adalah saudagar keturunan Tionghoa. Berkas cagar budaya tertanggal 15 April 1992 mencatat lebih hati-hati: kepala keluarga kala itu menerangkan rumah sudah berusia lebih dari 200 tahun dan ia merupakan generasi kelima. Kedua keterangan ini selaras karena hitungan tujuh generasi muncul setelah lebih dari tiga dekade berlalu sejak 1992, sementara angka 1741 adalah patokan populer meski bukan dari satu akta tunggal.

Terkait status pelestarian, arsip mencatat rumah ini masuk daftar perlindungan sejak 1985 dan dianugerahi piagam monumen nasional oleh Kementerian Kebudayaan pada tahun 1990. Berkas yang sama menerangkan bahwa pada Februari 1990, dengan dukungan dana Badan Pengelola Monumen Hoi An, keluarga memperbaiki lis atap di sekeliling halaman langit, mengganti dua ornamen penyangga yang rusak, serta membenahi talang air. Sampai saat berkas tersebut disusun, di luar perbaikan kecil itu tidak pernah ada perombakan besar, dan setiap tahun keluarga hanya membersihkan serta memoles kayu berlapis pernis.

Menyusuri tiga bagian rumah

Berkas cagar budaya membagi bangunan ke dalam tiga bagian beratap berurutan. Mengikuti langkah pengunjung dari pintu depan, Anda akan menjumpai:

  1. Langkah 1: Bagian pertama di sisi jalan. Enam baris tiang membentuk tiga ruang, dengan ruang tengah berupa pintu utama yang menembus ke dalam. Di atas ambang pintu menempel sepasang mata pintu berukir pusaran yin-yang. Tiang kayu bundar bertumpu pada umpak batu berukir teratai, dan di lantai loteng terdapat lubang persegi sekitar 1 m × 1 m untuk menaikkan barang dagangan.
  2. Langkah 2: Bagian kedua mengelilingi halaman langit. Inilah bagian paling rumit yang dibangun dua tingkat dengan konstruksi balok bertumpuk tradisional. Siku tiangnya diukir bentuk tupai, buah persik, jeruk jari Buddha, serta kelelawar, sedangkan pintu balkon memadukan kisi-kisi di atas dan panel ukir empat musim di bawah. Halaman terbuka di tengah memasukkan cahaya alami sekaligus sirkulasi udara ke seluruh rumah.
  3. Langkah 3: Bagian ketiga melintang. Bagian ini sejajar dengan bagian pertama, memiliki empat baris tiang, selasar menuju loteng, serta penyekat kayu berukir tepat di tepi halaman langit. Lantai serambi dan pelataran berlapis batu lempeng lebar, sedangkan ruang dalam memakai ubin terakota Bat Trang.

Atapnya ditutup genting yin-yang dua lapis dengan ujung bubungan melengkung halus. Sejumlah laman wisata menambahkan seluruh komponen kayu besi disambung dengan sistem pasak tanpa paku besi; teknik pasak ini memang lazim pada rumah kayu Hoi An, walau berkas tahun 1992 tidak merincinya secara khusus, jadi simak pula penjelasan pemandu di lokasi.

Artefak keluarga dan kisah banjir

Berkas resmi mendaftar artefak utama di dalam rumah: beberapa pasang papan kaligrafi berhuruf emas di atas dasar merah atau hitam — sebagian bertatahkan kulit kerang mutiara — papan nama mendatar Le Tu Duong dan Tan Ky, sebuah papan empat aksara hadiah Kaisar Bao Dai, serta perangkat meja kursi kayu berukir. Cawan Konfusius yang terkenal justru disebut di portal wisata ketimbang di daftar inventaris tahun 1992, dan karena perkiraan usianya berbeda-beda, nikmatilah sebagai cerita pusaka keluarga.

Kisah banjir tahunan menjadi topik yang paling sering ditanyakan tamu. Laman-laman wisata menyoroti banjir besar tahun 1964 yang menenggelamkan lantai dasar tanpa menggoyahkan struktur kayu rumah. Karena tidak ada sumber tepercaya yang menulis tinggi genangan secara pasti dalam satuan meter, artikel ini tidak mencantumkan angka tinggi air; Anda bisa meminta tuan rumah menunjukkan garis batas banjir di dinding serta menanyakan cara keluarga mengerek barang ke loteng lewat bukaan persegi 1 m × 1 m setiap musim hujan.

Bedanya Tan Ky dengan rumah kuno lain

Apabila kupon tiket kota tua Anda hanya mencakup beberapa titik pilihan, pilihlah rumah kuno berdasarkan detail arsitektur yang paling ingin Anda amati. Tabel ringkas berikut membandingkan Tan Ky dengan Rumah Kuno Phung Hung di dekat Jembatan Beratap Jepang:

Hal yang ingin dilihatPilihan tepatAlasan
Rumah lorong dalam, halaman langit, tiga bagian berangkaiTan KyDenah menembus jalan kota ke jalan tepi sungai dengan ukiran padat di bagian kedua
Atap empat sisi, ruang tamu plafon tinggi, pintu kolongPhung HungTerletak persis di dekat Jembatan Beratap Jepang dengan unsur kayu bergaya Jepang
Kunjungan singkat tanpa banyak berjalan kakiPilih salah satuTiap rumah memerlukan 20–30 menit sehingga sisa kupon bisa dipakai untuk balai pertemuan

Berkunjung saat rumah masih dihuni

  • Keluarga pemilik tinggal di lantai atas dan membuka lantai dasar untuk wisatawan, jadi pelankan suara dan jangan naik ke ruang pribadi tanpa undangan.
  • Jangan menyentuh papan nama pernis, kaligrafi gantung, maupun perlengkapan sembahyang; tanyakan kepada pemandu bila ingin mengamati detail ukiran dari dekat.
  • Minta izin sebelum memotret penghuni rumah dan matikan lampu kilat kamera di dekat perabot kayu berlapis emas atau pernis.
  • Laman wisata menulis jam kunjungan sekitar pukul 08.30–17.45 tanpa pengumuman resmi pemerintah kota, jadi pastikan kembali di loket tiket kota tua terutama saat hari libur.
  • Kunjungan mengikuti sistem tiket kota tua Hoi An; rincian dua pilihan tarif 80.000 VND (~Rp 52.000 IDR) dan 120.000 VND (~Rp 77.000 IDR) dibahas pada artikel Rumah Kuno Phung Hung di atas.

Terletak di Jalan Nguyen Thai Hoc, Tan Ky dapat dicapai dengan berjalan kaki sebentar dari area Jembatan Beratap Jepang melewati Balai Pertemuan Kanton; Anda bisa sekalian merangkainya dengan kunjungan ke Balai Pertemuan Teochew dan Kanton di Hoi An dalam satu putaran jalan kaki. Karena sumber terbuka belum seragam soal titik turun kendaraan dan jam pembatasan mobil di zona inti kota tua, sepakati titik jemput lebih dulu dengan sopir dan bersiaplah berjalan kaki beberapa ratus meter.

Dari Bandara Internasional Da Nang, layanan mobil pribadi Bandara Da Nang ke Hoi An menempuh jarak sekitar 30 km dalam 45 menit; tarif resmi sekali jalan sebesar 280.000 VND (~Rp 181.000 IDR) untuk mobil 4 kursi, 330.000 VND (~Rp 213.000 IDR) untuk mobil 7 kursi, dan 500.000 VND (~Rp 323.000 IDR) untuk minibus 16 kursi. Tarif berlaku per perjalanan, bukan per orang, serta gratis pembatalan atau ubah jam bila mengabari minimal 2 jam sebelumnya. Lihat pula daftar harga mobil pribadi Da Nang Hoi An bila Anda berangkat dari lokasi lain.

🏛️ Jelajahi warisan sejarah Hoi An terkait:

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1Di mana letak Rumah Kuno Tan Ky dan pengunjung masuk dari jalan mana?

Rumah ini beralamat di nomor 101 Jalan Nguyen Thai Hoc, distrik Hoi An. Menurut berkas riwayat monumen Badan Pengelola Monumen Hoi An, bangunan ini berbentuk rumah lorong yang menembus dari Jalan Nguyen Thai Hoc sampai Jalan Bach Dang di tepi sungai, sehingga tamu lazimnya masuk lewat pintu utama di sisi Jalan Nguyen Thai Hoc. Pada masa kolonial Prancis alamatnya 18 Rue de Cantonnaise, sedangkan sebelum tahun 1975 bernomor 21 Jalan Nguyen Thai Hoc.

2Tahun berapa Rumah Kuno Tan Ky dibangun dan sudah berapa generasi tinggal di sana?

Situs wisata seperti VinWonders dan MIA menulis rumah ini didirikan tahun 1741 dan telah dihuni tujuh generasi marga Le. Namun berkas riwayat cagar budaya yang disusun Badan Pengelola Monumen Hoi An pada 15 April 1992 hanya mencatat usia bangunan lebih dari 200 tahun dengan pemilik saat itu sebagai generasi kelima, sehingga angka 1741 dan tujuh generasi mencerminkan hitungan masa kini, bukan satu prasasti pendirian tunggal.

3Sejak kapan Rumah Kuno Tan Ky diakui sebagai monumen cagar budaya?

Menurut berkas tanggal 15 April 1992, rumah ini masuk daftar perlindungan Badan Pengelola Monumen Hoi An sejak 1985 dan memperoleh sertifikat monumen nasional dari Kementerian Kebudayaan pada tahun 1990. Berkas tersebut juga mencatat Keputusan 506/QD-VH tanggal 19 Maret 1985 tentang pemeringkatan kawasan kota tua Hoi An. Sebagian blog wisata mencantumkan tahun berbeda atau mencampurkannya dengan UNESCO, sehingga arsip resmi ini lebih tepercaya.

4Apa keunikan Cawan Konfusius di Rumah Kuno Tan Ky?

Menurut VinWonders dan MIA, cawan ini mampu menahan air bila dituang sekitar delapan persepuluh bagian, tetapi seluruh airnya akan terkuras habis bila diisi penuh sampai bibir cawan — dipakai keluarga sebagai pengingat hidup secukupnya. Usia cawan ditulis beragam antar sumber, mulai dari 550–600 tahun hingga dikaitkan zaman Konfusius tanpa hasil uji laboratorium, jadi anggaplah kisah tersebut sebagai tutur turun-temurun keluarga saat mendengarkan pemandu.

5Banjir bersejarah tahun berapa yang paling sering dikenang di Rumah Kuno Tan Ky?

Banyak panduan wisata menyebut banjir tahun 1964 sebagai yang terparah karena merendam lantai dasar sementara rangka kayu rumah tetap kokoh; MIA mencatat air mencapai atap lantai satu. Situs-situs tersebut tidak mencantumkan ukuran dalam meter, dan satu sumber berbahasa Inggris menyebut tahun 1961, jadi mintalah penghuni rumah menunjukkan garis batas air yang tersisa di dinding daripada mengandalkan angka di internet.

6Berapa lama waktu kunjungan Rumah Kuno Tan Ky dan bagaimana aturan tiketnya?

VinWonders menyarankan sekitar 20–30 menit dan MIA menulis sekitar 20 menit, cukup untuk melintasi tiga bagian rumah sambil mendengarkan penjelasan. Kunjungan memakai tiket kawasan kota tua Hoi An: pengumuman tanggal 29 Januari 2026 dari Pusat Pengelolaan Konservasi Warisan Budaya Hoi An menetapkan dua tingkat tarif, yakni 80.000 VND (~Rp 52.000 IDR) dan 140.000 VND (~Rp 90.000 IDR) dengan jumlah titik pilihan berbeda. Angka 35.000 VND (~Rp 23.000 IDR) di sejumlah halaman lama sudah tidak berlaku.

7Bagaimana etika berkunjung karena rumah ini masih dihuni keluarga pemilik?

VinWonders menjelaskan pemilik tinggal di lantai atas sementara lantai bawah dibuka bagi tamu. Berbicaralah perlahan, jangan menyentuh papan aksara berlapis pernis, gulungan kaligrafi, perlengkapan altar, maupun kursi berukir mutiara, minta izin sebelum memotret anggota keluarga, dan jangan masuk ke area pribadi. Rombongan besar sebaiknya dibagi kecil agar tidak menutup lorong sempit.

8Berapa tarif mobil pribadi dari Bandara Da Nang ke kawasan rumah kuno Hoi An?

Berdasarkan daftar harga internasional Sun Travel, rute Bandara Da Nang → Hoi An (sekitar 30 km, 45 menit) bertarif sekali jalan 280.000 VND (~Rp 181.000 IDR) untuk mobil 4 kursi, 330.000 VND (~Rp 213.000 IDR) untuk mobil 7 kursi, dan 500.000 VND (~Rp 323.000 IDR) untuk minibus 16 kursi. Harga berlaku per kendaraan termasuk bahan bakar, tol, dan parkir bandara; bila ada singgah tambahan akan diinformasikan di awal lewat WhatsApp +84 384 833 444.

Topik & Layanan Terkait:
#Rumah Kuno Tan Ky#Rumah kuno Hoi An#Le Tu Duong#Situs sejarah Hoi An#Wisata Hoi An
Layanan Pelanggan 24/7 Sun Travel

Pesan Antar Jemput Mobil Pribadi Pintu ke Pintu

Nikmati perjalanan privat yang nyaman antara Da Nang, Hoi An, Ba Na Hills & Hue. Armada modern (4, 7, 16 kursi), tarif bersih all-inclusive tanpa uang muka.

🏮Rute Antar-Jemput Pribadi Populer

Tarif tetap transparan sudah termasuk biaya jalan tol dan parkir bandara. Dukungan WhatsApp 24/7.

✓ Harga Bersih All-Inclusive

Da Nang ke InterContinental Danang

Sedan 4 Kursi440,000 VND (~Rp 284.000 IDR)
SUV 7 Kursi550,000 VND (~Rp 355.000 IDR)

Da Nang ke Kawasan Ekonomi Dung Quat

Sedan 4 Kursi1,210,000 VND (~Rp 781.000 IDR)
SUV 7 Kursi1,320,000 VND (~Rp 852.000 IDR)

Tur Da Nang → Hai Van Pass → Lang Co → Hue (1 Hari)

Sedan 4 Kursi2,090,000 VND (~Rp 1.348.000 IDR)
SUV 7 Kursi2,420,000 VND (~Rp 1.561.000 IDR)